Oleh: Andi Firdaus
KETIKA berada dalam ketiak persaingan, mungkin realitas menjadi parameter tersendiri melihat posisi. Apalagi berhadapan dengan proses menuju idealitas sebuah kewajaran yang sedang ditempuh. Tak banyak berandai, karena semakin berandai, maka kian dekat dengan katakutan. Sementara ‘hantu’ ketakutan adalah musuh dalam realitas. Politik maupun bisnis.
Tetapi realitas tak hanya bisa ditonton dengan sepasang mata. Realitas juga tak hanya berbentuk material abstrak yang selalu bisa dipetakan. Memang faham semacam ini sulit mendefinisikan secara rapi. Karena gerakannya tidak mekanik, seperti gerakan mesin, namun tetap berada di tempat. Gerakan seperti ini tak banyak diharapkan pekerja agresif, apalagi orang radikal.
Mungkin, pelaku perubahan tergantung pola pikir individu, meski kemudian menggabungkan diri dalam sebuah tim. Ada kesalahan kerap terjadi di saat mencurahkan konsep pemikiran demi merubah sebuah kondisi dan situasi. Di satu sisi memberi solusi berangkat dari kondisi kekinian, namun pada lain sisi terjebak pada idealitas. Sehingga tak bisa diperadukan dalam satu konsep solusi.
Itu frame berpikir tidak searah, kemudian hasil yang ingin dirumuskan kerap menjadi salah. Membangun kerangka berpikir notabene berangkat dari permasalahan dasar. Seharusnya mudah, tapi ketika unsur idealitas masuk maka penyelesaian masalah basic sering tak terselesaikan. Sebab, pemetaan masalah per masalah tidak dilihat secara perioritas.
Ini tak hanya terjadi di ruang-ruang organisasi masyarakat, pemerintah, lembaga hukum, perusahaan bisnis, kantor partai, tetapi juga terjadi pada tim kecil. Maka posisi yang diharapkan berubah dalam bingkai schedul, akhirnya bergeser kepada masalah yang baru. Inilah spiral yang terus berkutat pada gerakan yang disebut mekanik. Jika ini yang terjadi, maka bukan masalah awal yang dapat diselesaikan, tetapi masalah baru muncul. Posisi tetap, masalah yang berubah semakin bertambah.***
Gerakan Mekanik
✔
Andi Firdhaus
Diterbitkan Juni 08, 2008
Share to your friends
Artikel Terkait
Newsletter
Berlangganan artikel terbaru dari blog ini langsung via email