Oleh: Andi Firdaus
Kembali ke masa lalu. Mungkin di antara rekan-rekan masih ingat saat kuliah dulu. Kantuk yang tak bisa ditahan akibat dosen sering ceramah bertele-tele. Atau saat menghadiri pertemuan dengan big boss dengan segudang penjelasan yang bertele juga. Membosankan, karena materi yang disampaikan tidak berbobot. Padahal poin inti yang seharusnya dijelaskan tidak dituturkan dengan gamblang.
Tentu tidak ada yang menginginkan seperti itu. Pasalnya, gaya seperti itu bahkan secara psikologi dapat mengganggu pola berpikir yang bersih. Kerap justru akan menjadi sebaliknya dengan penuh kebosanan. Atau kembali becermin melihat diri kita sendiri, apakah gaya dan bicara kita juga sering menonjolkan diri dan bertele? Jika ya, sifat seperti itu dalam pergaulan dan lingkungan harus cepat dijauhkan. Karena di belakang, Anda akan ditertawakan.
Kedewasaan berpikir bukan dibuat-buat untuk terlihat dewasa dan intelektual. Ia akan datang dengan sendirinya untuk sebuah penilaian dan hasil yang terbaik. Orang bahkan kadang menilai bukan pada bicara, tapi kelahiran ide perubahan dalam berbagai konteks, brilian dan percaya diri. Ini butuh proses dan ‘jam terbang’ banyak agar tidak terpaku seperti kodok di bawah tempurung.
Atau mungkin kita termasuk orang yang sering mengulang pendapat yang sering dilontarkan sebelumnya. Ini juga membuat pendengar dan teman atau orang-orang di sekeliling kita menjadi bosan. Bahkan dalam meeting pun kerap mengulang saran atau pendapat dari teman yang lain. Jangan mengulang pendapat yang pernah diutarakan agar terhindar dari ketidakpercayaan intelektual Anda. Cari ide yang fresh, dan baru karena orang tidak akan mendengar ide yang diulang meski dalam ‘kemasan’ berbeda.
Jika Anda seorang penulis, tentu sering mengedit kata-kata yang dinilai lebih singkat dan mudah dimengerti. Seharusnya, gunakan juga dalam komunikasi bahasa verbal agar yang disampaikan dalam mengekspresikan ide tersampaikan dengan tepat. Bagaimana dengan bumbu lelucon? Hati-hati dengan gaya lucu yang ditampilkan walau tak seperti komedi terkenal.
Oh ya, tanpa sadar kita pun sering membuat orang lain jenuh, karena pembahasan dan percontohan sering diarahkan pada diri sendiri. Jika bekerja dalam tim, maka tonjolkan tim bukan individu. Penting becermin, agar di belakang Anda tidak menjadi bahan tertawa. Cerminan itu penting dalam pergaulan keseharian kita.
BECERMIN
✔
Andi Firdhaus
Diterbitkan September 24, 2008
Share to your friends
Artikel Terkait
Newsletter
Berlangganan artikel terbaru dari blog ini langsung via email