Oleh: Andi Firdaus
Tak banyak berandai. Tak juga mencoba mengkebiri keabsahan produk pekerjaan yang sedang kami geluti. Hadir dalam suasana damai, bukan berarti bagai “jamur di musim hujan,” dan bukan juga mengikuti budaya semut. Mengekor dan ikut-ikutan.
Apalagi kami sadar, bahwa keterbukaan informasi di masa transisi demokrasi dan politik bagian dari proses pencerdasan pola pikir.
Dari sebelumnya, kaku, tersendat, bahkan mati. Kehadiran media, mungkin merupakan bagian dari kebebasan informasi, disamping control social yang sedang kami lakukan.
Menurut Karl Erik Rosengren, pengaruh media memang sangat komplek. Bisa saja dilihat dari berbagai skala, kecil (individu) dan luas (masyarakat). Faktor pengaruh, boleh dibilang kecepatannya bisa dalam hitungan jam, dan lambat dalam hitungan abad dan tahun.
Mengulang ingatan, bahwa pengaruh media dapat ditelusuri sebagai fungsi informasi. Harold Laswell dalam artikel klasiknya tahun 1948 mengemukakan, model sederhana sering dikutip yaitu, siapa (who), pesannya apa (says what), saluran yang digunakan (in what channel), kepada siapa (to whom) dan apa dampaknya (with what effect).
Berangkat dari itu, maka kami punya komitmen tersendiri untuk fungsi dari profesi yang sedang menanti. Bukan pekerjaan profesi sekadar menjelang “pesta” 2009. Sekali lagi kami bukan tipe dan karakter semacam itu. Untuk itu, ada baiknya kami melihat fungsi tersebut.
Anggapan pertama adalah pengawasan berkenaan dengan lingkungan. Apa saja mengenai lingkungan yang sedang dan akan berkembang dalam setiap gerak perbahan. Lingkupnya beraneka ragam pengawasan.
Itu pertama, sementara yang kedua bisa saja kami menjadi penghubung (correlation) dalam setiap penyajian pilihan solusi untuk suatu masalah. Sedangkan pentransferan budaya (transmission) adalah bagian dari sosialisasi pendidikan, membentuk wacana, penyadaran pentingnya sebuah transformasi informasi dan pola pikir yang kritis.
Terakhir, tak lupa, sebagai manusia dalam kontek pemikiran terbatas, hiburan (entertainment). Ini pernah dipekenalkan Charles Wright yang mengembangkan model Laswell dengan dua belas kategori dan fungsi. Sehinga kebekuan redup dalam kesengajaan yang tercipta.
Seperti yang sudah saya katakan, kehadiran kami tidak akan punya arti dan makna begitu besar pada perubahan. Tapi sekali lagi kami ingin katakan, pelibatan dan keterlibatan masyarakat sebagai komunitas luas menjadi nilai yang tak terhitungkan. Tanpa komunitas luas itu, kami sia-sia melakukan semuanya. Terima kasih.***
Komunitas Luas
✔
Andi Firdhaus
Diterbitkan April 27, 2008
Share to your friends
Artikel Terkait
Newsletter
Berlangganan artikel terbaru dari blog ini langsung via email