Oleh Andi Firdaus
BILA DIUKUR dengan filsafat proses, ia merupakan spekulasi beresiko dalam dunia metafisika dan teori umum realitas. Berfokus pada ralitas sekarang—kerja diperusahaan media—seharusnya dapat dimengerti atau dijelaskan sebagai kewajaran bermula.
”Orang yang mengkhianati proses, maka suatu waktu akan dikhianati oleh proses”
Sekedar sharing bahwa tuntutan untuk tetap bersikap fleksible, inovatif dan lebih profesional ada di depan kita. Ada dua hal yang tetap terjadi dalam perusahaan bisnis, diatur dan dioperasikan. Kalau lah memang berjalan pada tataran apa adanya, bukan ada apanya maka kekosongan pun memuncak pada persaingan.
Bingung, penasaran hingga kadang amarah muncul. Pelbagai ketidaksabaran mengundang untuk menghindari sesuatu di depan mata. Realitas sering dilihat dari kacamata masa depan. Begitu salah, begini salah, kata Maya Ratu dalam ritme lagu terbarunya.
Orang sering mengartikan, bahwa proses adalah jeda jarak antara belakang dan depan. Maka proses sering berada di pertengahan. Jika contoh adalah aktivitas, maka yang sedang berlangsung yaitu sebuah kemajuan. Bila kerja dianggap proses, maka kemajuan karier masa depan merupakan bagian dari itu.
Kita sering mendengar kata proses. Bertahan pada waktu yang terus mengalir. Mengajak dialektika memahami sebuah perubahan terus berlaku. Hanya saja, mementahkan dialektika kadang perlu pemikiran-pemikiran radikal.
Begitu juga dengan sebuah perusahaan, memarginalkan pemikiran radikal, berani dan brilian minimal butuh sikap kompromis. Kalau pun hal tersebut tidak mentah ditolak dalam kondisi dengan se-umur jagung. Inilah makna jika proses dinggap mati, maka perubahan pun sedikitnya mengalami kebekuan perubahan.
Bila diulur dengan filsafat proses, ia merupakan spekulasi beresiko dalam dunia metafisika dan teori umum realitas. Berfokus pada ralitas sekarang—kerja diperusahaan media—seharusnya dapat dimengerti atau dijelaskan sebagai kewajaran bermula.
Mungkin benar kata guru besar filsafat di Universitas Harvard, Alfred North Whitehead dalam bukunya, ”Principia Mathematica,” bahwa apa yang kita lakukan adalah spekulasi beresiko. Secara lugas, ide dasar ini mengandung makna dan pengertian dari ”proses” yakni, adanya perubahan mendasar.
Mengalirnya waktu (temporal change) dan kegiatan yang sedang kita lakukan (interconected activities) harus dipahami bukan sebagai sesuatu yang statis, melainkan bergerak dan berubah dalam suatu proses evolusi yang tak kunjung henti. Ini sedang dan akan terus kita lakukan sekarang. Sepakat!
Proses
✔
Andi Firdhaus
Diterbitkan April 20, 2008
Share to your friends
Artikel Terkait
Newsletter
Berlangganan artikel terbaru dari blog ini langsung via email