Oleh: Andi Firdaus
Tidak lama lagi pemerintah akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Harga baru rencananya akan diberlakukan pada 1 Juni 2008. Jika ini terjadi, maka inflasi pun akan melonjak. Bagaimana dengan masyarakat?
Pengumuman itu sudah terlanjur berpengaruh. Harga minyak belum naik, harga barang sudah tentu melambung. Memang, pengumuman ini dapat memicu spekulasi pasar. Belum lagi para pengusaha yang nantinya memonopoli barang. Ujung-ujungnya adalah, barang langka maka harga tinggi.
Spekulasi pasar tidak hanya terjadi pada penimbunan BBM, namun para spekulan juga akan menimbun berbagai komoditas untuk menjualnya kembali di saat harga baru BBM bersubsidi diberlakukan. Hingga saat ini pemerintah belum bisa meredam kemungkinan buruk ini.
Pemerintah menyatakan, harga baru BBM bersubsidi diberlakukan setelah program kompensasi untuk masyarakat selesai dirumuskan. Kenaikan harga BBM bersubsidi diperkirakan mencapai 30 persen. Maka, harga bensin premium menjadi Rp 6.000 per liter dari Rp 4.500 per liter, dan solar menjadi Rp 5.600 per liter dari Rp 4.200 per liter.
Persoalannya bukan berapa persen kenaikan BBM, tetapi imbasnya berantai yang membuat masyarakat semakin terjepit. Jika demikian, masyarakat kembali dipaksa menanggung beban pengeluaran. Bukan hanya BBM saja, tapi juga harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) dengan harga tinggi.
Selain Sembako, kalangan kontraktor pun mulai pusing. Karena kenaikan BBM akan berdampak pada kualitas infrastruktur bangunan yang harus disesuaikan dengan jumlah nominal anggaran. Ini disebabkan kenaikan harga bangunan, yang pada akhirnya akan menurun kualitas bangunan yang akan dibangun. Inilah beberapa dampak dari rencana pemerintah sekarang.
Mungkin ini adalah kenaikan BBM tahap kedua setelah pemerintah memberlakukan harga BBM pada tahun 2005. Pengalaman sebelumnya, setiap kenaikan BBM, seiring itu pula langsung berdampak pada meroketnya barang kebutuhan. Lagi-lagi tahun 2008 ini, kita dipaksa menahan derita atas musibah kenaikan harga minyak dunia.
BBM
✔
Andi Firdhaus
Diterbitkan Mei 11, 2008
Share to your friends
Artikel Terkait
Newsletter
Berlangganan artikel terbaru dari blog ini langsung via email