Nomor Merah

Oleh: Andi Firdaus

Angka 0866 dan 0666 disinyalir angka setan. Ada yang bilang kalau diangkat si penerima bisa meninggal dan kabarnya sudah ada korban. Isu ini bermula dari Phnom Penh, Kamboja, seperti diberitakan dalam situs http://www.themercury.co.za. Kemudian menyebar dibeberapa negara termasuk Indonesia.


Di Aceh, kabar ini menyebar cepat. Diskusi warung kopi mengalahkan rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Tak sedikit yang menghubungkan nomor merah dengan santet. Ilmu hitam. Banyak yang percaya dan tak sedikit yang mencoba berdialektika.

Di Abdya misalnya, salah seorang anggota dewan menerima Sort Message Service (SMS). Ada korban bernama Muhammad Lidan hangus terbakar setelah menerima telepon dari nomor merah. Tak tanggung-tanggung anggota dewan juga ikut mematikan Handphone mereka. Pengaruh isu tersebut tak hanya dari kalangan masyarakat, tapi juga kalangan dewan.

Herannya, ada banyak orang yang coba memanas-manaskan isu ini. Sebenarnya apa yang dinginkan pencipta isu? Jika saja melihat kepentingan ekonomi nasional, ada dua kemungkinan isu ini diciptakan. Pertama menjelang naiknya harga BBM dan kedua adalah soal persaingan tarif selular. Ini prediksi.

Ada yang lebih maju, seperti dikatakan dr Andalas SPoG, masyarakat jangan mempercayai isu yang beredar. Secara medis, kecil kemungkinan radiasi dari telepon genggam dapat mengakibatkan kamatian. Intinya, menghubungkan radiasi dengan kematian sama sekali tidak logika.

Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) mengingatkan warga, bahwa isu tersebut adalah kobohongan yang nyata. Isu disebar oleh orang-orang yang ingin meraup keuntungan secara ekonomi. Parahnya, jika kita menilai secara akidah, dimana kedalaman akidah yang seharusnya dipahami sebagai kekuatan iman.

Sudah saatnya masyarakat mendewasakan diri menghadapi isu-isu yang tidak memiliki sumber yang jelas. Kembali melihat sesuatu berangkat dari realitas dan logika yang masuk akal. Sehingga setiap isu yang datang, kita bisa memilih dan memilah untuk tidak cepat terpengaruh. Tingkatkan keimanan dan tidak mudah percaya dengan hal-hal yang diluar akal pikiran sehat.



Artikel Terkait