Oleh: Andi Firdaus
Memaksa pikiran orang untuk memberi kepercayaan memang sulit. Sama sulitnya ketika mengambil kepercayaan dan menentukan image kepada yang baru. Perjalanan inilah yang coba kami ramu menjadi kesetiaan saat bekerja. Ada kebanggaan tersendiri, bekerja penuh tantangan meski sebagian yang lain memberi olokan. Bebas memilih ‘tantangan’ seperti dihadapkan pada tembok tinggi. Tak ada kata mundur ketika ambisi kemajuan memuncak dalam pikiran kami.
Memang, setiap saat dalam hidup dihadapkan pada berbagai pilihan. Menentang untuk mengambil kesimpulan. Jika kita punya plan jangka panjang, maka posisi akan bertahan. Sebaliknya, jika plan berubah dalam waktu seketika, putar haluan terjadi, dan media lain sebagai pilihan. Lumrah, karena setiap individu memiliki peran tersendiri dalam menentukan pilihan terbaik.
Pilihan itu sering berimbas panik, gagap dan binggung. Konsekuensi logisnya adalah kecemasan yang coba diimajinasikan. Hingga berbenturan pada masa depan yang cerah dan siap menjadi big bos. Pilihan inilah bagi kami (mungkin) kepuasan tersendiri ketika berhadapan dengan masalah. Jika kami katakan siap memilih, maka kami pun siap berusaha. Memilih, memilah jauh hari sudah kami pikirkan. Pasti.
Dari banyak imajinasi pilihan menentukan masa depan, ada tujuan dasar terbentuk dari perjalanan hidup. Berbagai pertimbangan hadir, baik menyangkut umum maupun materialistis. Tapi kami mengakui dan menghindar untuk tidak menjadi ‘Objek’ dari kehidupan. Terkadang yang penting dalam kehidupan adalah bukan bagaimana kita hidup, menghayati dan memaknai. Namun bagaimana pilihan tersebut menjadi realitas dan olokan bisa dimentahkan. Inilah yang ingin kami wujudkan agar pilihan tetap selalu menjadi pilihan. ***
PILIHAN
✔
Andi Firdhaus
Diterbitkan Mei 09, 2008
Share to your friends
Artikel Terkait
Newsletter
Berlangganan artikel terbaru dari blog ini langsung via email