Oleh: Andi Firdaus
Dua toko emas di Kecamatan Trienggadeng, Pidie mengalami kerugian Rp600 juta, setelah perampok berhasil membawa 1,5 kilogram emas dengan menggunakan senjata laras panjang. Ini kriminal murni yang dipertontonkan lagi oleh pelaku tanpa identitas. Tak ada yang bisa menebak siapa pelaku yang meresahkan masyarakat sipil.
Kejadian tersebut belum membuat banyak pihak optimis, bahwa Aceh sudah aman dari aksi kriminal. Senjata illegal masih beredar. Upaya yang dilakukan pemerintah belum berhasil membersihkan senjata itu dari pemakai tak bertanggungjawab. Hasilnya, rakyat selalu gelisah dengan aksi-aksi spontan yang sama sekali tak bisa diprediksikan.
Ada yang mengatakan bahwa desakan ekonomi adalah faktor meningkatnya kriminal. Lapangan kerja sempit dan kebutuhan hidup semakin meningkat. Kalau hanya itu alasannya, itu kriminal yang sering terjadi di kota-kota besar. Bukan di Aceh.
Kriminal di Aceh jauh berbeda dengan yang terjadi di kota besar. Sebab, menggunakan senjata dengan menguras korban ratusan juta adalah bagian dari modus yang kerap dipertontonkan. Kriminal di Aceh bukan karena untuk makan, tapi untuk memperkaya diri. Inilah model kriminal yang dilakukan orang menganggur secara sukarela. Artinya dilakukan tanpa keterpaksaan.
Kalau bukan terpaksa, mungkinkah pelakunya jengkel akibat melihat ketidakadilan dan ketimpangan yang terjadi selama ini? Begitu banyak uang mengalir ke Aceh, sementara mereka hanya menjadi tontotan dalam iming-iming wacana besarnya dana. Pada kenyataannya, kakayaan hanya dinikmati sekelompok orang yang sebelumnya sama-sama miskin dan melarat.
Jika begitu, serangkaian aksi kriminal di Tanah Rencong bukan karena kemiskinan dan desakan ekonomi, tetapi akibat kecemburuan sosial yang sangat kentara pascakonflik bersenjata di Aceh. Sebab, jika para intelektual merampas uang negara miliaran rupiah, maka para non-intelektual menggunakan senjata juga demi rupiah. Razia senjata illegal tanpa merazia para intelektual perampok uang rakyat, sama seperti makan keju dalam mimpi.***
RAZIA
✔
Andi Firdhaus
Diterbitkan Mei 26, 2008
Share to your friends
Artikel Terkait
Newsletter
Berlangganan artikel terbaru dari blog ini langsung via email