Oleh: Andi Firdaus
Ada kalanya Lemah Otak (Lemot) datang tiba-tiba. Memang tak diundang, apalagi dinginkan. Jika begini, sebel, jengkel, gondok (entah kata-kata yang mana lagi) kerap mendampingi. Apalagi menjelang dikejar deadline, harus selesai besok, karena ini koran harian. Kondisi ini pasti pernah dialami banyak orang, bahkan orang yang pernah merasakan bernaung di bawah payung media. May be.
Jangan tanya apa sebabnya. Sebagai orang yang mempelari kejiwaan manusia, mungkin lebih tahu. Why, yang jelas bila dihadapkan dengan kondisi ini, bikin emosi tak stabil. Pinginnya marah melulu. Parahnya, kondisi ini dapat mempengaruhi pencernaan. Apa urusannya ya? Yang pasti tetap ada dong, seperti sering lapar. Ini terjadi karena beban kerjaan yang over load.
Tapi kalau dampaknya, banyak juga. Dan kalau gak mampu dimanage, berbahaya juga. misalnya emosi yang gak stabil. Selain emosi jadi gak stabil, juga jadi gak produktif. Nongkrong di depan komputer, tapi gak ngerjain apa pun, dan gak bisa juga diajak mikir. Kacau betulkan? Masalah semakin berat kalau kebetulan saat itu dead line dari kerjaan kita.
Boss, jika begini cari suasana baru. Jangan jauh-jauh karena dikirain menghilang dari pekerjaan. Cari aja tempat di sekitar tempat kerja. Ini juga berpengaruh bagi mata anda yang memang duluan lelah. Anda liat pemandangan, anak kecil main karet, liat bebek berdebat atau ayam menari. Rasanya sedikit bisa meringankan beban kerja kita. Tak percaya, besok sore coba aja ya?
Setelah itu, jangan langsung duduk di depan komputer. Jangan buru-buru mengerjakan tugas dulu, semacam edit berita ata mencari bahan di website. Ngobrol dulu sama rekan kerja semisal, Onooooooook. O nya panjang, biar kesan nadanya lucu. Atau sekali-kali buat aja gaya kocak, misal Loooo sich, dengan gaya terserah Loe aja deh. Jangan lama-lama, membosankan.
Lemah Otak
✔
Andi Firdhaus
Diterbitkan Juni 20, 2008
Share to your friends
Artikel Terkait
Newsletter
Berlangganan artikel terbaru dari blog ini langsung via email