Oleh: Andi Firdaus
Tak jarang pikiran kita bergentayangan. Bahkan gentayangannya sampai berpikir telah mengenal diri sendiri, dan kerap berpikir sudah mengenal orang di sekeliling kita. Jika begini, ada satu pertanyaan, apakah benar kita telah mengenal diri sendiri dan memahami orang lain? Ini juga perlu ditanyakan di saat kita sedang menasehati orang lain. Apakah kita layak memberi nasehat kepada orang lain? Sementara kita tak paham dengan masalahnya? Itu sekadar input.
Bagaimana output-nya? Perasaan bukan buku yang dapat dengan mudahnya di baca dan dimengerti, perasaan adalah sekumpulan dari pengalaman hidup, emosi, situasi, kondisi dan lainnya. Hal itu dimiliki oleh setiap orang secara individu dan unik. Saya sendiri sedang berusaha belajar meluangkan waktu untuk mencoba memahami orang lain.
Usaha ini seringkali terhambat dengan kenyataan kalau saya belum bisa memahami diri saya sendiri. Masih banyak tanya tentang diri saya sendiri, sebelum saya berusaha memahami orang lain. Akan tetapi, upaya untuk memahami diri sendiri justru telah mengantarkan saya kepada suatu pemikiran sederhana mengenai apa dan bagaimana memahami diri sendiri.
Caranya mungkin begini. Untuk memahami diri sendiri, cobalah memahami orang lain. Dengan kata lain, kita menjadikan orang lain tersebut sebagai cerminan dari diri kita sendiri. Mungkin, setiap hari kita melihat orang emosi yang dapat kita jadikan cermin untuk diri kita sendiri.
Jika kita melihat ada orang yang marah ngga jelas sebabnya, maka sebaiknya kita berpikir, apakah kita juga pernah marah nggak jelas sebabnya? Ada contoh lainnya, ada rekan suka celoteh panjang lebar dengan tema aneka macam dan tidak fokus untuk sebuah pemahaman intelektual, kita bisa bertanya, apakah kita juga celoteh seperti itu? Mungkin kita bisa memahami diri sendiri dengan memahami orang atau rekan kita.
Jadi simpulan yang dapat saya ambil adalah “Semakin sering kita berinteraksi dengan orang lain dan semakin sering kita berupaya memahami orang lain, berarti semakin kita mendekati pemahaman terhadap diri kita sendiri. Dan pasti, kita juga bakal dihargai. Ode mandeeeeeeeee.
CERMIN
✔
Andi Firdhaus
Diterbitkan Juli 16, 2008
Share to your friends
Artikel Terkait
Newsletter
Berlangganan artikel terbaru dari blog ini langsung via email