MOTIVASI

Oleh: Andi Firdaus

Ada pepatah tua: manajer dapat dengan mudah menggiring kuda ke dalam air, tetapi manajer tidak dapat memaksanya untuk minum. Mengapa demikian? Karena kuda baru akan minum kalau ia sedang haus.

Begitu pula dengan manusia. Mereka baru akan mengerjakan sesuatu kalau ada yang mereka inginkan, atau sesuatu unsur yang membuat seseorang mengerjakannya. Tak hanya itu, lingkungan dan adanya stimulan dari luar juga bagian yang berpengaruh.

Kemampuan apapun yang dimiliki seseorang, motivasi dibutuhkan dalam sebuah pekerjaan. Dengan perkataan lain potensi sumber daya manusia adalah sesuatu yang terbatas. Kinerja seseorang merupakan fungsi dari faktor-faktor kemampuan dan motivasi dirinya.

Pekerjaan manajer adalah mendapat hasil atas apa yang dilakukan karyawannya. Tak hanya ‘selesai’ tetapi berkualitas. Mendapatkan hasil itu tentu manajer perlu memberi dorongan atau motivasi. Namun itu mudah diucapkan, sulit ditetapkan. Motivasi sebagai teori merupakan hal yang sulit untuk diimplementasikan karena ia menyangkut beragam disiplin ilmu dan background.

Motivasi diibaratkan sebagai jantungnya manajemen karyawan. Motivasi merupakan dorongan yang membuat karyawan melakukan sesuatu dengan cara dan mencapai tujuan. Tak berhasil mengelola karyawan, termasuk hasil yang diharapkan maka ini bagian dari format motivasi yang hilang. Dan, bersama harus mencarinya.

Manajer membutuhkan keterampilan untuk memahami dan menciptakan kondisi di mana semua anggota tim kerja dapat termotivasi. Ini tantangan besar karena tiap karyawan memiliki perbedaan karakteristik dan respons pada kondisi yang berbeda. Setiap individu adalah karakter tersendiri, yang kemudian dikelola menjadi karakter bersama. Ini lebih sulit.

Dalam kitap tajul muluk, ada banyak cerita ramalan dikisahkan. Dari karakter sebagai elang, kerbau, kambing, dan burung merak. Dan masing-masing memiliki gaya tersendiri. Jika seseorang dikategorikan burung merak, maka dia sering dinobatkan rapi dan necis. Begitu juga dengan yang lainnya.

Sementara, kondisi itu sendiri termasuk jenis persoalan. Apalagi menyatukannya dalam satu kandang. Jika pun bersama maka keanehan bakal terjadi. Beginilah, kondisi ketika kebersamaan karakter tidak disesuaikan dengan memberi dorongan atau motivasi.

Sebaliknya, karyawan yang tidak memiliki motivasi dicirikan antara lain oleh sering stres, sakit fisik, malas bekerja, kualitas kerja rendah, komunikasi personal yang kurang, dan masa bodoh dengan tugas pekerjaannya. Jika ia sebagai kuda, maka paksakan tendang ke dalam air. Jika tak mati, maka hausnya akan hilang. Tentu, ini bukan urusan kita. Karena yang kita butuhkan adalah binatang seperti unta, tanpa dipaksa dengan sendirinya haus di padang sahara.


Artikel Terkait